Musyawarah Forum Komunikasi Diniyyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Tasikmalaya, yang digelar pada hari
Selasa-Rabu tanggal 27-28 Desember 2011 yang bertempat di Gedung AULA Man
Cipasung Singaparna Tasikmalaya, berlangsung aman, damai dan lancar serta mengandung
makna persaudaraan antar diniyyah.
Forum
Musyawarah ini, tidak hanya sekedar dipahami sebagai pelaksana amanat sebuah
organisasi; dimana suatu kegiatan yang harus atau wajib dilaksanakan untuk
membuat ketetapan-ketetapan organisasi yang tentunya berkaitan dengan adanya evaluasi
dan penyusuanan program-program FKDT 5 tahunan. Namun Forum Musyawarah ini kita
jadikan sebagai ajang atau media silaturrahmi yang berlandaskan cirri
Ukhuwah
Islamiyah modal awal keberangkatan suatu organisasi yang diwarnai
adanya peneguhan integritas kita sebagai khalifah, menjunjung tinggi moral dan
nilai-nilai keagamaan yang harus kita tampilkan untuk merancang atau merenda
masa depan FKDT Kabupaten Tasikmalaya periode 2011-2016 agar senantiasa lebih
baik lagi, sehingga mampu untuk membawa misi suci pengabdiannya bagi agama,
bangsa dan Negara.
Seperti
layaknya Majlis Permusyawaratan Rakyat pada organisasi-organisasi besar yang
lain, Forum Musayawarah FKDT Kabupaten Tasikmalaya ini juga tentunya akan
melahirkan sebuah proses demokrasi, sehingga kita harapkan terjadinya suatu
permusyawaratan yang memiliki makna dan fungsi sebagai menjabaran dari semboyan
“Dzikir Pikir Amal” atau dengan asas
lain yaitu amal ilmiyah dan ilmu amaliyah. Namun tentunya tidak
bertentangan dengan nilai-nilai tradisi yang melandasi sebuah demokrasi dalam
kehidupan manusia berorganisasi, sehingga kita tetap konsisten pada semangat
toleransi, dialogis, menghargai perbedaan, dan siap menerima kebenaran dari
siapapun; termasuk dari orang-orang yang berbeda dengan kita.
Dan
dengan melalui Forum Musyawarah ini pula, diharapkan mampu menjelmakan sebuah
citra organisasi, yang dapat merumuskan sebuah desain program FKDT Kabupaten
Tasikmalaya Periode lima tahun ke depam yang mengandung bahan-bahan dasar
sebagai acuan dalam menterjemahkan, mengembangkan dan mengaplikasikan setiap
buah pemikiran, yang berhubungan dengan karakter dan jiwa organisasi agar dapat
direfleksikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; terutama
dalam pola pemberdayaan umat melalui kediniyyahan yang selama ini kita
tekuni bersama.
Oleh
karena itu, perlu adanya upaya peningkatan dan perbaikan secara berkelanjutan;
baik yang berhubungan dengan struktur, manajemen organisasi, manajemen
administrasi, orientasi program, pola pembinaan diniyyah, maupun jalinan mitra
kerja serta jaringan secara sinergis, yang sekiranya mereka pro aktiv dalam
membina dan mengembangkan kediniyahan, sehingga akan nampak dan lahir
Pendidikan Diniyyah Takmiliyah yang benar-benar mampu mensiasati jaman dan
memiliki nalai tinggi di setiap lapisan masyarakat luas.
Dalam pengamatan kami selaku peninjau Musyawarah,
proses demokrasi dalam Forum ini Nampak hidup dan meyakinkan, meskipun disisi
lain masih ada kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki dalam Forum
Musyawarah yang akan datang, baik menyangkut LPJ, pembagian Komisi dan proses
pemilihan pengurus baru
Dalam hal LPJ.
Keseluruhan isi dan penterjemahan program 80 % sudah baik, namun karakteristik
dan desain LPJnya kurang spesifik mengarah pada tujuan dasar program. Misalnya
bidang kegiatan atau program yang telah ditempuh, buatlah dalam bentuk table; yang
memuat program atau kegiatan dalam jumlah kegiatan serta hari/tanggal kegiatan.
Sehingga forum akan membaca dan menelaah, apakah jumlah program tersebut
berangkat dari dasar program (PTO/AD/ART) organisasi sebelumnya atau hanya
sebatas kebijakan? Kemudian menyangkut keuangan, yag biasanya disetiap
organisasi apapun yang menjadi masalah adalah bidang keuangan. Di LPJ ini juga
tidak spesifik membahas hal pemasukan dan pengeluaran keuangan organisasi
secara terperinci; sehingga peserta akan membaca atau menelaah, apakah
pemasukan dan pengeluaran keuangan organisasi itu berangkat dari (PTO/AD/ART)
organisasi sebelumnya atau hanya sebatas keuntungan? Sehingga tidak Nampak bagi
pengurus berikutnya, berapa jumlah sisa saldo yang harus dikelola untuk
perkembangan organisasi? Kemudian dalam pemaparan lain disebutkan ada hal-hal
yang bersifat pribadi masuk dalam katagori LPJ, itu juga peserta akan membaca
atau menelaah, apakah masalah pribadi pengurus organisasi itu berangkat dari (PTO/AD/ART)
organisasi sebelumnya atau hanya sebatas kemarahan belaka? Dan menurut kami
yang bodoh, setiap permasalahan yang menyangkut pribadi pengurus organisasi,
tidak atau jangan ditampilkan di LPJ, karena akan mengotori citra organisasi sendiri dan
menyimpang dari tujuan dasar adanya forum musyawarah, yang menyepakati adanya
kebersamaan untuk mufakat serta landasan Ukhuwah Islamiyah. Dimana kita
dituntut dan diajarkan untuk bisa memaafkan orang lain dan mampu menutupi aib
orang lain, dan jangan mengungkit-ungkit masa lalu, karena hal itu akan
menimbulkan permusuhan baru.
Dalam hal Pembagian
Komisi. Sepanjang pemanatauan kami, sepertinya ada kehilangan arah dan tujuan
dasar pembagian komisi, sehingga terjadi miss komunikasi antara penyelenggara
dengan peserta musyawarah. Dan diorganisasi yang lain, biasanya pembagian
komisi ini sudah sejak awal peserta berangkat menuju Majlis, sudah tahu tugas
dan komisi apa yang mereka pegang, termasuk bahan-bahannya sudah sejak awal
mereka baca atau telaah. Mudah-mudahan lima tahun mendatang tidak terjadi lagi
seperti ini, sehingga penyelenggara Forum Musyawarah sudah mateng dan telah
mempersiapkan segalanya.
Dalam hal Pemilihan.
Proses pemilihan sudah aspiratif dan demokratif, mulai penyepakatan aturan
dan tata cara pencalonan bakal calon yang akan duduk dalam Formatur Pemilihan. Namun
ada hal-hal yang perlu dikembangkan dan didesain untuk pemilihan 5 tahun
berikutnya adalah masalah keterwakilan dari masing-masing wilayah untuk duduk
dalam bakal calon, termasuk harus diadakannya persyaratan-persyaratan umum
maupun khusus untuk seorang bakal calon. Tata aturan yang jelas sehingga tidak
menyimpang dari aturan (PTO/AD/ART) organisasi. Proses pemilihan tidak
menyimpang dari prinsip-prinsip permusyawaratan yang komunikatif, aspiratif dan
demokratif, sehingga Calon yang telah mendapatkan suara terbanyak nanti dapat diterima
dengan lapang dada atas dasar Musyawarah
untuk Mufakat. Dan yang paling
penting adalah bahwa kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan moralitas
bangsa yang kuat, karena menerima perbedaan dan kekalahan adalah hal yang
sangat sulit bagi organisasi-organisasi yang lainnya.
Dibawah komando pimpinan yang baru terpilih Drs. H. Suryana, M.Si., yang
mendapatkan suara mayoritas 74 % suara, mari kita wujudkan bersama cita-cita Diniyyah Takmiliyah di Kabupaten
Tasikmalya pada khususnya, mudah-mudahan menjadi jembatan emas atas
terselenggaranya Pendidikan Diniyyah Model Masa Kini di tanah air yang kita
cintai ini,. Amiin.


Memang lajimnya begitu, ...!
ReplyDelete